OLEH
FAJRIAH
H LAHAMADO
NIM
: 111 184 016
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PALU
FAKULTAS
AGAMA ISLAM
JURUSAN
PGRA
TAHUN
AJARAN 2011-2012
KATA
PENGANTAR
Assalamu’Alaikum
War.Wab
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas
limpahan rahmat dan karuniaNyalah sehingga saya dapat menyelesaikan tugas
makalah ini.Tugas makalah ini berjudul “ PENGEMBANGAN KOGNITIF,AFEKTIF,KREATIF
DAN BAHASA “.
Makalah ini berisi tentang “PENGEMBANGAN
KOGNITIF,AFEKTIF,KREATIF DAN BAHASA “, di lingkungan Taman Kanak kanak,semoga
makalah yang sangat sederhana ini dapat memberikan informasi kepada para
pembacanya.
Makalah ini masih sangat sederhana
dan masih banyak kekurangan dan kesalahan oleh karena itu demi kesempurnaan
makalah ini maka penyusun mengharapkan saran saran dari semua pihak.
Terima kasih penyusun ucapkan kepada
semua pihak yang telah membantu penyusun dalam menyelesaikan tugas ini,sehingga
dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah di tentukan.
Wassalamu
‘Alaikum War.Wab
Palu,6 November
2012
Fajriah H
Lahamado
BAB
II
PENDAHULUAN
1.LATAR BELAKANG
Tingkat perkembangan menggambarkan
pertumbuhan dan perkembangan yang diharapkan dicapai anak pada rentang usia
tertentu.Perkembangan anak yang dicapai merupakan intergrasi aspek pemahaman
nilai nilai agama dan moral,fisik,kognitif,bahasa,dan
sosial-emosional.Pertumbuhan anak yang mencakup pemantauan kondisi kesehatan
dan gizi mengecu pada panduan kartu menuju sehat (KMS) dan deteksi dini tumbuh
kembang anak.
Perkembangan anak berlangsung secara
berkesinambungan yang berarti bahwa tingkat perkembangan yang dicapai pada
suatu tahap diharapkan meningkat baik secara kuantitatif maupun kualitatif pada
tahap selanjutnya.walaupun setiap anak adalah unik,karena perkembangan anak
berbeda satu sama lain yang dipengaruhi oleh faktor internal dan
eksternal,namun demikian ,perkembangan anak tetap mengikuti pola yang umum.Agar
anak mencapai tingkat perkembangan yang optimal,dibutuhkan keterlibatan orang
tua dan orang dewasa untuk memberukan rangsangan yang bersifat menyeluruh dan
terpadu yang meliputi pendidikan, pengasuh, kesehatan, gizi,dan perlindungan
yang di berikan yang di berikan secara konsisten melalui pembiasaan.
Tingkat
pencapaian perkembangan pada standar mutu disusun berdasarkan kelompok usia 2-6
tahun, engan pertimbangan pada sebaran penyelenggaraan pendidikan usia dini di
jaringan islam terpadu indonesia, banyak melayani pendidikan pada rentang usia
tersebut.
B.TUJUAN
1.Agar
mahasiswa dapat mengetahui pengertian pengembangan kognitif,afektif,kreatif dan
bahasa
BAB
II
PEMBAHASAN
1.HAKEKAT PENGEMBANGAN
KOGNITIF
Kognitif atau intelektual adalah suatu proses berfikir
berupa kemampuan atau daya untuk menghubungkan suatu peristiwa dengan peristiwa
lainnya serta kemampuan menilai dan mempertimbangkan segala sesuatu yang
diamati dari dunia sekitar.
Teori perkembangan kognitif dikemukakan oleh:
- Charles Spearman dengan teori Two Factors
- Thurstone dengan teori Primary Mental Abilities
- J. P. Guilford dan
- Howard Gardner dengan teori Multiple Inteligence Robert Stenberg dengan te
2.
Arti Kognisi dan Tahap Perkembangan Kognitif
- Kognisi dapat diartikan sebagai pengetahuan yang luas, daya nalar, kreativitas (daya cipta), kemampuan berbahasa, serta daya ingat.
- Seperti halnya komputer, otak manusia juga menerima informasi, memprosesnya kemudian memberi jawaban. Proses jalannya informasi tersebut pada manusia disebut kognisi.
- Kualitas perkembangan kognitif, diusahakan pendidikan dan latihan yang lebih ditujukan pada latihan meneliti dan menemukan, yang memerlukan berfungsinya kedua belahan otak.
- ori Triachic of Intelligence
Klasifikasi
dan Profil Kemampuan Kognitif
Klasifikasi pengembangan kognitif terdiri dari
pengembangan visual, pengembangan auditori, pengembangan taktil, pengembangan
kinestetik, pengembangan geometri dan pengembangan aritmatika, pengembangan
sains permulaan. Sebagai guru kita wajib menstimulasi munculnya
kemampuan-kemampuan kognitif tersebut dalam pembelajaran di TK, melalui
permainan-permainan.
Metode yang
Digunakan pada Pengembangan Kognitif
Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan. Setiap
guru TK menggunakan metode sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
Sebagai alat untuk mencapai tujuan tidak selamanya
metode berfungsi secara optimal. Oleh karena itu dalam memilih metode, guru TK
perlu memiliki alasan yang kuat dan perlu memperhatikan karakteristik tujuan
dan karakteristik anak yang dibinanya.
Sesuai dengan karakteristik, tidak semua metode
mengajar cocok digunakan pada program kegiatan anak TK, seperti metode ceramah,
kurang cocok karena menuntut anak memusatkan perhatian dalam waktu cukup lama,
padahal rentang waktu perhatian anak relatif singkat.
•
Metode mengajar yang sesuai dengan karakteristik anak
usia TK adalah: bermain, pemberian tugas, demonstrasi, tanya jawab, mengucapkan
syair, percobaan, bercerita, karyawisata, dan dramatisasi. Afektif menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah berkenaan dengan rasa takut
atau cinta, mempengaruhi keadaan, perasaan dan emosi, mempunyai gaya atau makna
yang menunjukkan perasaan.
•
Perbuatan
atau perilaku yang disertai perasaan tertentu disebut warna afektif à kadang-kadang kuat, lemah
atau tidak jelas.
•
Pengaruh
dari warna afektif akan berakibat perasaan menjadi lebih mendalam. Perasaan ini
di sebut emosi (Sarlito, 1982).
PENGERTIAN
AFEKTIF
• Afektif menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah
berkenaan dengan rasa takut atau cinta, mempengaruhi keadaan, perasaan dan emosi,
mempunyai gaya atau makna yang menunjukkan perasaan.
• Perbuatan atau perilaku yang disertai perasaan
tertentu disebut warna afektif à kadang-kadang kuat, lemah atau tidak jelas.
• Pengaruh dari warna afektif akan berakibat perasaan
menjadi lebih mendalam. Perasaan ini di sebut emosi (Sarlito, 1982).
•
Pada usia anak di taman kanak-kanak, guru harus
memberikan dasar-dasar ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk perkembangan diri
kelak, baik yang bersifat kurikuler maupun ekstrakurikuler. Selain itu, seorang
anak akan menghadapi berbagai tugas perkembangan, seperti belajar menyesuaikan
diri dengan teman seusianya, membentuk konsep diri yang baik, mulai
mengembangkan peran sosial sesuai gender-nya serta mengembangkan hati nurani,
akhlak dan tata nilai pengertian. Pada masa itu pula seorang anak tidak saja
membutuhkan bimbingan dari orang tua, tetapi juga guru, tokoh-tokoh masyarakat
lainnya dan juga teman-teman. Selain itu, kesempatan untuk memperoleh
pengalaman belajar juga memegang peran kritis, tidak seperti ketika berusia
balita, dimana pengalaman belajar tersebut dilakukan hanya dengan bantuan orang
tua dan orang di sektar lingkungan terdekatnya.
•
Salah satu cara anak agar proses belajar mereka
memperoleh pengetahuan adalah melalui kegiatan bermain sambil belajar. Dengan
bermain dan belajar, seorang anak akan memperoleh kesempatan untuk mempelajari
berbagai hal baru. Belajar dan bermain bagi mereka juga merupakan sarana dalam
mengembangkan berbagai keterampilan sosialnya. Kegiatan bermain dan belajar mereka
akan mengembangkan otot dan melatih gerakan motorik mereka di dalam penyaluran
energi yang berlebih. Dengan adaanya kegiatan belajar dan bermain, seorang anak
akan menemukan bahwa merancang suatu hal baru dan berbeda dapat menimbulkan
kepuasan dan pada akhirnya seorang anak akan menjadi lebih kreatif dan
inovatif.
Khusus mengenai pemahaman tentang
peranan guru sebagai orang terdekat anak di sekolah harus pula dirubah. Guru
tidak lagi sebagai orang dewasa dan pembimbing yang hanya mengatur dan menjalankan
kurikulum. Guru adalah orang dewasa sangat harus disukai anak. Peran guru
sebagai teman, model, motivator, dan fasilitator akan menjadikan anak senang
datang ke sekolah TK dan akan menjadikan setiap proses belajar menjadi
bermakna. Inilah yang akan selalu dituntut oleh masyarakat di era pengetahuan
di mana guru menjadi seorang profesional. Ia juga akan dituntut kematangan yang
mempersyaratkan willingness dan ability, baik secara intelektual maupun pada
kondisi yang prima. Profesionalisasi seperti ini harus dipandang sebagai proses
yang terus menerus. .
Mengembangkan
daya cipta dan kreativitas anak
Aspek-aspek kreativitas dan daya cipta anak harus dikembangkan dalam
impelementasi kurikulum PAUD. Anak yang memiliki daya cipta dan kreativitas tinggi
akan mampu memecahkan berbagai masalah-masalah kehidupan, mampu menghasilkan
berbagai hal yang positif dan berguna bagi orang lain. Mengembangkan daya cipta
dan kretaivitas anak dapat dimulai dengan mengidentifikasi bakat dan minat anak
sejak dini, agar dapat dibimbing perkembangannya. Pengembangan
ini bertujuan agar anak dapat dan mampu :
- Menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imajinasinya
(menggambar, menari, suka humor).
- Mengembangkan kepekaan dan dapat menghargai hasil
karya yang kreatif.
e. Standar Kompetensi Lintas Kurikulum
Kompetensi lintas kurikulum merupakan kompetensi
kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat, serta kecakapan hidup yang
diperlukan anak untuk mencapai seluruh potensi dalam kehidupan.
Kompetensi ini merupakan kompetensi yang dibakukan
yang harus dicapai oleh anak melalui pengalaman belajarnya.
Standar kompetensi ini meliputi :
- Memiliki keyakinan, menyadari serta menjalankan hak dan kewajiban, saling menghargai dan memberi rasa aman, sesuai dengan agama yang dianutnya.
- Menggunakan bahasa untuk memahami, mengembangkan, dan mengkomunikasikan gagasan dan informasi, serta untuk berinteraksi dengan orang lain.
- Memilih, memadukan, dan menerapkan konsep-konsep dan teknik-teknik, pola, struktur, dan hubungan.
- Memilih, mencari, dan menerapkan teknologi dan informasi yang diperlukan dari berbagai sumber.
- Memahami dan menghargai dunia fisik, makhluk hidup dan teknologi, serta menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai untuk mengambil keputusan yang tepat.
- Berpartisipasi, berinteraksi, dan berperan aktif dalam masyarakat dan budaya global berdasarkan pemahaman konteks budaya, geografis, dan historis.
- Berkreasi dan menghargai karya artistik, budaya, dan intelektual serta menerapkan nilai-nilai luhur untuk meningkatkan kematangan pribadi menuju masyarakat yang beradab.
- Berpikir logis, kritis, dan lateral dengan memperhitungkan potensi dan peluang untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
- Menunjukkan motivasi dalam belajar, percaya diri, bekerja mandiri, dan bekerja sama dengan orang lain.
Mengembangkan kemampuan berbahasa.
Bahasa adalah cermin seseorang. Kemampuan berbahasa merupakan perwujudan dari
sikap, perilaku dan harga diri seseorang. Oleh karena itu, kurikulum PAUD harus
berfungsi mengembangkan kemampuan berbahasa anak, sehingga anak mempunyai ragam
bahasa yang kaya dan baik.
Dalam aspek ini, anak didorong
untuk menguasai kemampuan berkomunikasi sesuai dengan masa perkembangannya.
Kemampuan berbahasa dilihat dari usia perkembangan anak dapat dibagi menjadi 2
periode, yaitu periode prelinguistik (0-1 tahun) dan periode linguistik (1-5
tahun).
Pengembangan ini bertujuan agar anak mampu
mengungkapkan pikiran melalui bahasa yang sederhana secara tepat, mampu
berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat untuk dapat berbahasa
Indonesia.
BAB
III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Dari seluruh penjelasan di atas
dapat disimpulkan bahwa dalam membangun pengetahuan pada anak, guru terlebih
dahulu harus memahami inti dari setiap pengetahuan yang akan dibangun pada
anak. Karena pengetahuan di dapat dari interaksi terhadap lingkungan sekitar.
Dalam membangun pengetahuan pada anak, guru juga harus memperhatikan tahap
perkembangan kognitif anak yang sangat mempengaruhi kemampuan anak dalam
berpikir. Guru harus memiliki keterampilan dalam membangun pengetahuan sesuai
dengan kemampuan berpikir anak.
Perubahan merupakan proses bukan
hasil, oleh karena itu dalam membangun pengetahuan pada anak untuk memahami
proses sangatlah sulit, karena diperlukan lingkungan yang dapat merangsang
perkembangan kemampuan berpikir anak. Misalnya, jika anak melihat seekor kucing
berlari ke belakang pohon, diharapkan bahwa anak tidak berpikir kucing itu
hilang begitu saja, tetapi diharapkan anak mampu menjelaskan posisi kucing itu
sekarang. Artinya anak juga mampu membuat perbedaan antara tidak ada dengan
tersembunyi.
Membangun pengetahuan pada anak
sangat berbeda dengan orang dewasa. Membangun pengetahuan pada anak haruslah
berdasarkan kepada bermain dan permainan. Dengan melalui kegiatan bermain
anak-anak dapat mengembangkan berbagai aspek yang diperlukan untuk persiapan
masa depan. Bermain antara lain membantu perkembangan tubuh, perkembangan
emosional, perkembangan sosial, perkembangan kognitif dan moral serta
kepribadian maupun bahasa. Bermain juga bisa dijadikan media untuk membina
hubungan yang dekat antar anak, atau anak dengan orang tua/guru/orang dewasa
lainnya sehingga tercipta komunikasi yang efektif.
DAFTAR
PUSTAKA
RIKE.BLOGSOPT.COM
KURIKULUM TK/RA THN 2010
STANDAR MUTU SEKOLAH ISLAM TERPADU
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR ..............................................................................................................1
DAFTAR
ISI
........................................................................................................................2
BAB
I PENDAHULUAN
....................................................................................................3
A.LATAR
BELAKANG
.....................................................................................................4
B.TUJUAN
.......................................................................................................................4
C.RUMUSAN
MASALAH
................................................................................................4
BAB
II PEMBAHASAN ...................................................................................................5
1.HAKEKAT
PENGEMBANGAN KOGNITIF
..................................................................5
2.ARTI
KOGNISI DAN TAHAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ......................................5
3.PENGERTIAN
AFEKTIF
..............................................................................................7
4.MENGEMBANGKAN
DAYA CIPTA DAN KREATIFITAS ANAK ...............................8
5,MENGEMBANGKAN
KEMAMPUAN BERBAHASA ..................................................9
BAB
III PENUTUP
........................................................................................................11
A.KESIMPULAN
..........................................................................................................11
DAFTAR
ISI
terimakasih,ijin mendonlot ya
BalasHapus